Indirect Question

Pertanyaan tidak langsung merupakan pertanyaan normal dengan bentuk sopan dan lebih panjang. Contoh:

* Where’s the department store? – Pertanyaan langsung
* Could you tell me where the department store is, please? – Pertanyaan tidak langsung
* What’s his name? – Pertanyaan langsung
* Do you know what his name is? – Pertanyaan tidak langsung

Bentuk

Pertanyaan tidak langsung terbentuk dari dua bagian: pertanyaan sopan, dan pertanyaan yang tidak memiliki inversi subjek/verb seperti pertanyaan normal. Contoh:

* What’s his name? >>
* Do you know what his name is? – Pertanyaan tidak langsung

Disini ungkapan sopan adalah “Do you know…”, dan bagian pertanyaan adalah “…what his name is?”. Perhatikan bahwa subjek dan kata-kerja tidak berubah tempatnya dalam bagian pertanyaan. Sehingga jika kita mengatakan “Do you know what is his name?“, ini tidak benar.

Contoh-contoh lain:

* What’s the time? >>
* Do you have any idea what the time is? – Pertanyaan tidak langsung

Ungkapan sopan adalah “Do you have any idea…?”. dan pertanyaan adalah “…what the time is?”. Yang menjadi pertanyaan bukan “…what is the time?” – kita tidak membalik posisi subjek dan kata-kerja seperti dalam pertanyaan normal.

Kata-kerja bantu “To do”

Kata kerja bantu “to do” digunakan dalam pertanyaan apabila tidak ada kata-kerja bantu lainnya. Contoh:

* You like Chinese food. >>
* Do you like Chinese food?

Pertanyaan tidak langsung tidak menggunakan kata-kerja bantu “to do” dalam pertanyaan utama. Contoh:

* When does the next train arrive? – Pertanyaan langsung
* Do you know when the next train arrives? – Pertanyaan tidak langsung
* Do you know when does the next train arrive? – Tidak benar

Contoh-contoh lain:

* When does the restaurant close? – Pertanyaan langsung
* Could you tell me when the restaurant closes? – Pertanyaan tidak langsung
* Could you tell me when does the restaurant close? – Tidak benar

Ada batasan cara dalam membuat pertanyaan tidak langsung. Tidak semua kalimat tidak langsung merupakan pertanyaan sebenarnya, justru merupakan pernyataan-pernyataan sopan yang mendorong timbulnya respons. beberapa ungkapan sopan yang uum mencakup:

* I wonder if/whether…?
* I can’t remember if/whether…?
* Could you tell me if/whether…?
* Would you mind telling me if/whether…?
* Would it be possible for you to…?
* Is there any chance you could…?
* I don’t suppose you could…
* I’d like to know if/whether…
* I can’t remember…

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: